Berbuka puasa dengan makanan pedas memang terasa menggugah selera. Sensasi panas dari cabai mampu merangsang produksi air liur dan meningkatkan nafsu makan setelah seharian menahan lapar dan haus. Kandungan capsaicin di dalam cabai juga diketahui dapat membantu mempercepat metabolisme serta memunculkan rasa hangat di tubuh. Bahkan, makanan pedas dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Namun di balik kenikmatannya, konsumsi makanan pedas saat berbuka juga perlu diperhatikan. Setelah berpuasa seharian, kondisi lambung cenderung lebih sensitif. Jika langsung diisi makanan pedas, risiko iritasi lambung bisa meningkat dan menimbulkan rasa perih atau panas di bagian ulu hati. Bagi penderita maag atau GERD, kebiasaan ini bahkan bisa memicu naiknya asam lambung. Selain itu, makanan pedas dalam jumlah berlebihan juga dapat mempercepat pergerakan usus sehingga berpotensi menyebabkan sakit perut atau diare, serta membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Agar tetap aman, sebaiknya berbuka diawali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma. Beri jeda beberapa menit sebelum menyantap hidangan utama, dan pilih tingkat kepedasan yang tidak berlebihan. Bagi yang memiliki riwayat gangguan lambung, mengurangi atau menghindari makanan pedas saat berbuka adalah pilihan yang lebih bijak.
Kesimpulannya, menikmati makanan pedas saat buka puasa boleh saja, asalkan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan pencernaan.

No comments:
Post a Comment